Hikmah


Janganlah kau takut menghadapi masa depanmu. Janganlah khawatir menyambut hari esok, bukankah hari ini adalah hari yang kau risaukan kemarin? Engkau pasti bisa melewatinya. Karena Allah yang memberimu hidup telah berjanji menanggung semua kebutuhanmu, menetapkan dan menunjukkan jalanmu, menyiapkan rizki dan menentukan teman hidupmu.
Janganlah kau bimbang untuk siapa kau bekerja, pada siapa kau meminta. Karena Allah kelak akan menanyakan dan membalas pekerjaanmu, sekecil apapun itu. Kau hanya perlu ikhlas di dalam hatimu, sabar dalam usaha dan khusu’ dalam do’amu. Bekerjalah, karena sesungguhnya Allah dan Rasulnya beserta segenap kaum muslimin akan melihat hasil kerjamu.
Janganlah kau menyesali masa lalumu dan jangan pula kau mencaci takdirmu. Lihatlah betapa khusu’ dan ikhlasnya seorang yang miskin berdoa. Lihatlah betapa tawadhu’nya seorang yang kaya berderma. Dan lihatlah pula betapa putus asanya seorang yang miskin menyesali dan mencaci maki atau betapa angkuhnya seorang yang kaya tidak peduli halal haram hartanya. Kesempatan ada pada siapa saja dan kapan serta di mana saja. Kau yang memilih, karena jalan hidup adalah pilihan, antara hitam dan putih, kanan dan kiri, baik dan buruk. Tetaplah optimis. Kenali dirimu, maka akan kau temukan betapa hebat dirimu, karena kau menyimpan sejuta keunikan dan kreatifitas.



Ya Allah, jadikanlah aku seorang yang cukup kuat untuk mengakui kelemahan, tabah dan bangga dalam kekalahan, jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Jadikan aku orang yang mampu mewujudkan cita-cita dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angan. Seseorang yang sadar bahwa mengenal Engkau dan diri sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.Ya Allah, janganlah Engkau pimpin daku di jalan yang mudah dan lunak, namun tuntunlah aku di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.Bimbinglah aku untuk tetap tegak dalam prahara dan rasa kasih kepada mereka yang tak berdaya. Ajarilah aku untuk berhati tulus dan bercita-cita tinggi, mampu memimpin diri sendiri sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.Jadikanlah aku orang yang mengetahui makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka. Orang yang mampu memandang jauh ke depan, namun tidak melupakan masa yang telah silam.Dan bila semua itu telah menjadi milikku, anugerahkan padaku secercah kejenakaan supaya aku dapat bersungguh-sungguh dan dapat pula menikmati hidup.Anugerahkan padaku kerendahan hati agar selalu ingat bahwa keagungan yang sejati...senantiasa sederhana. Kearifan yang sesungguhnya...senantiasa tulus. Dan kekuatan yang sebenarnya...senantiasa lembut.

(Ifan Zulfikar)

Teman Anda Juga Membaca: