
Di suatu pagi yang cerah, seorang istri membuka tirai jendela hingga sinar mentari pagi menerobos kaca jendela kamar yang tidak terlalu luas itu. Ya, hari ini memang dia dan suaminya belum beranjak ke mana-mana. Mereka adalah pasangan pengantin baru yang menempati rumah baru pertama mereka
Masih berdiri di dekat jendela, sang istri memandang ke luar dengan senyuman penuh rasa tenang dan bahagia. Terlihat olehnya seorang wanita yang sedang menjemur pakaian di rumah sebelah, itu juga tetangga baru mereka (sebenarnya mereka berdualah yang menjadi tetangga baru). Setelah ia memperhatikan, ia tidak bisa tidak berkomentar tentang apa yang dilihatnya. Setelah menoleh kepada sang suami yang masih ada di tempat tidur, sang istri berkata, “Sayang, sepertinya tetangga kita itu tidak pandai mencuci, pakaian yang ia jemur masih terlihat kotor.”
Masih berdiri di dekat jendela, sang istri memandang ke luar dengan senyuman penuh rasa tenang dan bahagia. Terlihat olehnya seorang wanita yang sedang menjemur pakaian di rumah sebelah, itu juga tetangga baru mereka (sebenarnya mereka berdualah yang menjadi tetangga baru). Setelah ia memperhatikan, ia tidak bisa tidak berkomentar tentang apa yang dilihatnya. Setelah menoleh kepada sang suami yang masih ada di tempat tidur, sang istri berkata, “Sayang, sepertinya tetangga kita itu tidak pandai mencuci, pakaian yang ia jemur masih terlihat kotor.”
Suaminya
hanya diam saja menanggapi ucapan istrinya, ia hanya sedikit tersenyum.
Keesokan
harinya, kembali sang istri mendapati tetangganya sedang menjemur pakaian saat
ia menyingkap tirai jendela kamarnya. Ia bergumam, “Sayang, lihatlah! Wanita
itu benar-benar tidak pandai mencuci. Bahkan baju putihnya terlihat kusam.”
Kembali sang suami hanya memberi sedikit senyuman atas komentar istrinya
tentang hasil cucian tetangga mereka itu.
Di
hari ke tiga, sang istri membuka tirai jendela seperti biasa. Namun pemandangan
berbeda yang ia lihat membuatnya berkomentar lain. “Wah...Suamiku, coba lihat!
Sepertinya ia sudah pandai mencuci. Atau mungkin ia mengganti detergent.
Jemurannya terlihat bersih sekarang. Yang putih juga bersih.”
Suaminya
menjawab, “Sayang...hari ini saya bangun pagi-pagi sekali dan mengelap kaca
jendela itu.”
# Ya, seperti itulah terkadang kita terlalu sibuk
melihat kekurangan orang lain. Tanpa menyadari bahwa diri kita sendiri tidak
terlepas dari kekurangan. Sering kali kita meletakkan kesalahan yang kita
miliki di tempat orang lain. “Pandai-pandailah merasa dan jangan merasa
pandai!” Bila ingin hidup dengan ketenangan, perhatikan kesalahan sendiri dan
lihatlah kebaikan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda