Tampilkan postingan dengan label Love Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Desember 2009
Yang Lebih Hebat dari sekedar SpiderMan
Pernah lihat film Spiderman kan? Dalam film itu dikisahkan Peter Parker seorang pemuda yang secara fisik dia culun ,lemah dan "tidak bisa berkelahi". Pada suatu hari dia dan teman-temannya melakukan study tour ke pusat penelitian laba-laba. Tanpa sengaja dia tergigit laba-laba yang terlebas dari "kandangnya". Ternyata laba-laba itu sebelumnya telah terkena sinar ,semacam sinar radio aktif. Sampai di rumah si Paker merasakan tubuhnya sakit, demam, pusing, nyeri. Ternyata dalam tubuhnya, kromosom dan gennya telah berinteraksi dengan zat yang masuk dari gigitan laba-laba tadi.
Yup, betul sekali karena berinteraksi dengan zat tersebut kromosom manusianya menjadi kromosom bentuk lain.Wal hasil, esok paginya Paker mendapati tubuhnya menjadi berotot dan matanya tidak lagi minus. Kemudian dia pun bisa lari lebih cepat dari biasanya, lompatannya juga lebih tinggi. Sampai di sekolah dia hendak dihajar oleh temannya, tapi apa yang terjadi? Parker yang culun itu bisa menghindari serangan si teman dengan mudah bahkan dapat balik menghajarnya. Lanjut cerita dia bisa manjat dinding dan mengeluarkan jaring sampai akhirnya dia menjadi SPIDERMAN sang pahlawan superhero yang namanya dikenal setiap orang dan ditakuti penjahat.
Wow keren ya, tapi ternyata kita pun bisa menjadi lebih dari spiderman. Gimana caranya?? Apa harus digigit laba-laba yang sudah terkena sinar radio aktif? Lihatlah tadi kromosom paker berinteraksi dengan zat dari gigitan laba-laba itu. Kita juga bisa menginterasikan diri dengan sesuatu yang sangat hebat,yang sangat luar biasa ,yang akan membuat kita lebih dari SPIDERMAN, SUPERMAN, BATMAN dan MAN-MAN yang lain, yang tentu saja jaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuhhh banget lebih hebat dari zat laba-laba tadi. Apa itu???? Jawabnya tak lain adalah AL QURAN.
Coba bayangkan ketika seorang membaca Al Quran, mengetahui artinya, memahami makna serta tafsirnya. Al Quran itu akan masuk ke dalam darah,mengalir menyinari,menembus otak mencerahkannya, berinteraksi dengan DNA,kromosom,tulang menjadikannya lebih kuat sehingga terbentuk manusia-manusia yang luar biasa,manusia- manusia yang berani.Contoh orang yang berhasil menjadi manusia yang luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran adalah para Sahabat Rasulullah SAW. Bilal bin Rabbah ra.yang dulunya budak hitam (tanpa bermaksud merendahkan bekiau), menjadi pejuang Islam yang namanya dikenal setiap orang saat ini,muadzin Rasulullah SAW. Ali bin Abi Tholib ra menjadi pemuda yang sangat berani menggetarkan musuh. Thariq bin Ziyad sang penakluk selat Gibraltar, Rabi' bin Amr yang tidak mau ‘ndungkluk' dihadapan Rustum ,raja Romawi yang kafir. Wow keren kan ,orang-orang di atas adalah orang-orang yang menjadi luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran, yup betul sekali tentunya lebih hebat dari Spiderman, jauh banget. Bayangkan saja, Spiderman hanya bisa menaklukan segelintir perampok atau paling poll Globin dan DR.Octovius tapi Thariq bin Ziyad tadi bisa menaklukan selat atau negara. Allah Akbar.
Al Quran adalah dahsyat karena itu adalah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kita ingin menjadi orang yang berani, pembela kebenaran dan luar biasa maka berinteraksilah dengan Al Quran. Dengan Al Quran si penakut jadi pemberani, si lemah jadi kuat, si pecundang jadi pahlawan.
Pernah seorang pendeta nasrani berkata pada pengikutnya,jika kamu ingin menghancurkan pemuda Islam maka cara yang tepat bukan dengan memurtadkan mereka tapi dengan menjauhkan Al Quran dari mereka. Pendeta itu faham bahwa yang menjadikan pemuda Islam kuat adalah interaksinya dengan Al Quran, maka dia perintahkan pengikutnya untuk menjauhkan kita dari Al Quran. Dia begitu takut jika para pemuda dekat dengan Al Quran.
Maka,bangkitlah dengan Al Quran,jadikan tulangmu lebih kuat dengannya,otakmu lebih tajam dengannya dan hidupmu mulia.Dan jadilah lebih dari sekedar spiderman. Wallahu a'lam bishowb.
Selasa, 25 Agustus 2009
Mereka Berkata tentang Al-Qur'an
“Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.
Prof. Dr. Joe Leigh Simpson
Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia,Baylor College Medicine, Houston,Amerika Serikat.
"Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. "
(Prof. Marshall Johnson)
Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,Universitas Thomas Jefferson,Philadelphia, Pennsylvania,Amerika Serikat.
“AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. "
(Prof. TVN Persaud)
Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,Kanada.
"Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. "
(Prof. Tejatat Tejasen)
Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,Chiang Mai
"...metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. "
(Prof. Alfred Kroner)
Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,
Jerman.
“AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. "
(Prof. Palmer)
Ahli Geologi ternama Amerika Serikat.
"llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu."
(Prof. Shroeder)
Ilmuwan kelautan dari Jerman
"Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,"
(Prof. Yoshihide Kozai)
Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang
PENGETAHUAN YANG BENAR HARUS DITEGASKAN DENGAN AGAMA YANG BENAR
Prof. Dr. Joe Leigh Simpson
Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia,Baylor College Medicine, Houston,Amerika Serikat.
"Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. "
(Prof. Marshall Johnson)
Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,Universitas Thomas Jefferson,Philadelphia, Pennsylvania,Amerika Serikat.
“AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. "
(Prof. TVN Persaud)
Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,Kanada.
"Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. "
(Prof. Tejatat Tejasen)
Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,Chiang Mai
"...metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. "
(Prof. Alfred Kroner)
Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,
Jerman.
“AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. "
(Prof. Palmer)
Ahli Geologi ternama Amerika Serikat.
"llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu."
(Prof. Shroeder)
Ilmuwan kelautan dari Jerman
"Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,"
(Prof. Yoshihide Kozai)
Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang
PENGETAHUAN YANG BENAR HARUS DITEGASKAN DENGAN AGAMA YANG BENAR
Selasa, 18 Agustus 2009
Al-Qur'an itu dipelihara
KETERPELIHARAAN AL-QURAN "Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-2 Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apap yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu." (al-_Jinn 72: 28). Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan hitungan-al¬adad: peredaran bintang, keseimbangan alam semesta, pemben¬tukan manusia, atom, kuantum mekanik, dan bahkan ayat-ayat dalam al-Qur'an sendiri. Mereka terstruktur dengan hitungan yang sistematis dan teliti. AI-Qur'an dalam bahasa Arab berarti "pembacaan". al-Quran mungkin kitab yang paling banyak dibaca di dunia. Per¬lu diketahui, sesungguhnya kata Kitab Suci tidak ada di al-Qur'an. Yang ada adalah sebutan Kitab Mulia, Kitab Agung, Kitab Pemurah, dan lainnya. Kitab Suci dikenal karena media, terpengaruh sebutan kitab suci lainnya. Kesempurnaan dalam bahasa tidak dapat ditentang oleh para pujangga. Bahasa dan makna dipadukan. Irama, keselarasan melodi, ritmenya menghasilkan sebuah efek hipnotis yang kuat.1 Barangkali bagi orang awam, kandungan al-Qui an sulit dimengerti, karena ia tidak dimulai secara kronologis ataupun narasi-narasi sejarah seperti halnya kitab Yahudi. Ia juga tidak mendasarkan teolo¬ginya dalam cerita-cerita dramatis sebagaimana epik-epik India. Tidak pula Tuhan diungkap dalam bentuk manusia sebagai¬mana dalam Bibel dan Bhagavad Gita. Ia berbicara langsung soal pendidikan-sebagaimana sering dikemukakan oleh para penulis modern-berbicara mengenai membaca, mengajar, memahami dan menulis2 (al-'Alaq 96 : 1-5). Di dalam al-Qur'an sendiri ada pemakaian kata "al-Qur'an" dalam arti bacaan, sebagaimana tersebut dalam ayat 17,18 Surat 75 al-Qiyamah: "Sesungguhnya mengumpulkan al-Qur'an (dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu), jika Kami telah membacakannya maka ikutilah ba¬caannya." Kata pertama di dalam al-Qur’an dan Islam adalah sebuah perintah yang ditujukan kepada Nabi, yang secara linguistik menunjukkan bahwa penyusunan teks al-Qur'an berada di luar kewenangan Muhammad saw. Gaya serupa ini tetap diperta¬hankan di sepanjang al-Qur'an. Ia berbicara kepada atau ten¬tang Nabi dan tidak mengizinkan Nabi berbicara atas kehen¬daknya sendir.3 Al-Qur'an menggambarkan dirinya sendiri sebagai sebuah kitab yang "diturunkan" Tuhan kepada Nabi; ungkapan kata "diturunkan" atau anzalna dalam berbagai bentuk digunakan lebih dari 200 kali. Secara intrinsik, ini berarti bahwa konsep dan isi al-Qur'an benar-benar diturunkan dari langit. Sebagaimana dalam beberapa ayat yang lain, Tuhan juga menurunkan besi, mizan (keadilan, keseimbangan, harmoni) dan 8 pasang binatang ternak. Al-Qur'an diturunkan secara bertahap dalam berbagai peristiwa yang memakan waktu 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Ia dikutip langsung dari catatan di Lauh Mahfuzh, yang berarti Kitab Utama atau bermakna "Pusat Arsip".4 Al-Qur'an berpandangan bahwa bacaan tersebut tersusun rapi, sempurna dan tidak ada yang ketinggalan. Ia dalam peng¬gambarannya sangat unik. Nabi pun kadang-kadang dikritik dan ditegur dalam beberapa peristiwa. Al-Qur'an juga selalu menyisipkan ayat-ayat tertentu, seperti "intan yang berkilauan", dalam pelajaran metafisisnya. Ia mendesak pembaca agar menggunakan kemampuan intelektualnya, mengenali isyarat ¬isyarat ilmiah berupa "intan yang berkilauan", tanda-tanda kebesaran Pencipta melalui alam semesta, sumber Metafisis Tertinggi. Muslim modern mengatakan ada sekitar 900 ayat yang memuat tanda-tanda ini, dari total 6.236 ayat. Hanya 100 ayat yang berbicara persoalan peribadatan, dan puluhan ayat yang membahas masalah-masalah pribadi, hukum perdata, hukum pidana, peradilan dan kesaksian.5 Al-Qur'an berbeda cara pe¬nyajiannya, bisa saja membahas masalah keimanan, moral, ritu¬al, hukum, sejarah, alam, antisipasi masa mendatang, secara sekaligus dalam satu surat. Ini memberikan daya persuasi yang lebih besar, karena semua berlandaskan keimanan kepada Tuhan Yang Esa dan Hari Akhir. Jumlah surat dalam al-Qur'an ada 114, nama-nama tiap surat, batas-batas tiap surat dan susunan ayat-ayatnya merupakan ketentuan yang ditetapkan dan diajarkan oleh Nabi sendiri. Sejarah Ringkas Pemeliharaan al-Qur'an Pada awal Islam, bangsa Arab adalah bangsa yang buta huruf, hanya sedikit yang pandai menulis dan membaca. Bahkan beberapa di antaranya merasa aib bila diketahui pandai menulis. Karena, orang yang terpandang pada saat itu adalah orang yang sanggup menghafal, bersyair, dan berpidato. Waktu itu belum ada "kitab". Kalaupun ada hanyalah sepotong batu yang licin dan tipis, kulit binatang, atau pelepah korma yang ditulis. Termasuk kutub, jamak kitab, yang dikirim oleh Nabi kepada raja-raja di sekitar Arab, sebagai seruan untuk masuk Islam. Setiap kali turun ayat, Nabi menginstruksikan kepada para sahabat untuk menghafalnya dan menuliskannya di atas batu, kulit binatang dan pelepah korma. Hanya ayat-ayat al-Qur'an yang boleh ditulis. Selain ayat-ayat al-Qur' an, bahkan termasuk Hadis dan ajaran-ajaran Nabi yang didengar oleh para sahabat, di larang untuk dituliskan, agar antara isi al-Qur'an dengan yang lainnya tidak tercampur. Setiap tahun, malaikat Jibril, utusan Tuhan mengulang (repetisi) membaca ayat-ayat al-Qur'an yang telah diturunkan sebelumnya di hadapan Nabi. Pada tahun Muhammad saw wafat, yaitu tahun 632 M, ayat-ayat al-Qur' an dibacakan dua kali dalam setahun.6 Ini menarik sekali, karena seolah-olah akhir tugas dan kehidupan Nabi di dunia ini telah diantisipasi akan selesai. Pada masa khalifah pertama, Abu Bakar, banyak terjadi peperangan melawan orang-orang yang murtad dan para nabi palsu. Di antara mereka yang gugur dalam peperangan banyak penghafal ayat-ayat al-Qur'an. Umar bin Khaththab mengu¬sulkan untuk mengumpulkan para penghafal al-Qur'an, disu¬ruh membacakan al-Qur’an, menjadikan satu, meneliti dan menulis ulang. Kumpulan itu yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit, mushaf, berupa lembaran-lembaran yang diikat menjadi satu, disusun berdasarkan urutan ayat dan surat seperti yang telah ditetapkan oleh Nabi sebelum wafat. Sedangkan pada masa Utsman bin Affan, tentara Muslim telah sampai ke Armenia, Azerbajan di sebelah Timur dan Tripoli di sebelah barat. Kaum Muslim terpencar di seluruh pelosok negeri, ada yang tinggal di Mesir, Syria, Irak, Persia dan Afrika. Naskah beredar di mana¬mana, tetapi urutan surat dan cara membacanya beragam, se¬suai dialek di mana mereka tinggal. Hal ini menjadikan perti¬kaian antarkaum Muslim sehingga menjadikan kekhawatiran pemerintahan Utsman. Maka kemudian Utsman membentuk panitia untuk membukukan ayat-ayat al-Qur'an dengan me-rujuk pada dialek suku Quraisy, sebab ayat al-Qur'an diturun¬kan dengan dialek mereka, sesuai dengan suku Muhammad saw. Buku tersebut diberi nama al-Mushaf, ditulis lima kopi dan dikirimkan ke empat tempat: Mekkah, Syria, Bashrah, dan Ku¬fah. Satu kopi disimpan di Medinah sebagai arsip dan disebut Mushaf al-Imam. Walaupun telah disatukan dan diseragamkan, namun tetap cukup banyak al-Qur'an di Afrika dengan dialek berbeda, ter¬masuk jumlah ayat yang "berbeda" karena perbedaan mem¬baca dalam pergantian nafas (6.666 ayat), tetapi isinya tetap sama. Awalnya, pada zaman Nabi, al-Qur'an memakai dialek Quraisy, tetapi kemudian berkembang menjadi tujuh dialek non-Quraisy. Pada mulanya, ini dimaksudkan agar suku-suku lain lebih mengerti. Ada juga aliran tersendiri (kelompok kecill, pimpinan Dr. Rashad Khalifa, kelahiran Mesir, seorang ahli biokimia dan matematika, yang mempromosikan jumlah ayat 6.234, berbeda 2 ayat dengan naskah Ustman, 6.236 ayat.7 Sedangkan mayoritas Muslim, baik Sunni maupun Syi ah tetap berpegang teguh pada naskah awal yang dikumpulkan semasa Khalifah Ustman, yaitu dialek Quraisy, hingga kini. Perbedaan kecil ini, menjadi sasaran kritik para Orientalis, bahwa al-Qur’ an tidak asli lagi, karena telah ada campur tangan manusia dalam transmisinya. Walaupun demikian, sebagian di antara mereka, seperti Gibb, Kenneth Cragg, John Burton, dan Schwally dalam bukunya Mohammedanism, The Collection of the Qur’an , The Mind of the Qu'ran, dan Geschichte des Qorans, mengakui bahwa "sejauh pengetahuan kita, kita bisa yakin bahwa teks wahyu telah di¬transmisikan sebagaimana apa yang telah diberikan kepada Nabi".8 Mushaf Utsmani Disimpan di Mana? Banyak pertanyaan, di mana copy yang diberikan oleh Kha¬lifah Utsman disimpan? Apakah masih ada? Menurut penje¬lasan The Institute of Islamic Information and Education of America,9 naskah tadi disimpan di Museum Tashkent di Uz¬bekistan, Asia Tengah. Sedangkan hasil copy fax ada di Perpus¬takaan Universitas Columbia di Amerika Serikat.10 Keterangan lebih lanjut menjelaskan bahwa copy tersebut sama dengan apa yang dimiliki pada zaman Nabi. Duplikat copy yang dikirimkan ke Syria pada masa Utsman juga masih ada di Topkapi Museum Istambul, duplikat ini dibuat sebelum terjadi kebakaran pada tahun 1892 yang menghancurkan mesjid Jami, di mana mushaf tersebut berada. Naskah yang lebih tua bisa ditemukan di Dar al-Kutub, Kesultanan Mesir. Sangat menarik, terdapat naskah yang disimpan di Perpustakaan Kongres di Washington, Ches¬ter Beatty Museum di Dublin (Irlandia) dan Museum di Lon¬don-isinya tidak berbeda dengan apa yang terdapat di Mesir, Uzbekistan dan Syria. Sebelumnya juga terdapat 42.000 koleksi naskah kuno disimpan Institute for Koranforshung, University of Munich di Jerman. Namun, ketika Perang Dunia II, koleksi ini hancur karena dibom.11 Sejauh ini, berkat upaya para sahabat Nabi dan atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, isi al-Qur'an, sejak zaman Nabi hingga sekarang tetap sama. Namun demi¬kian, pertanyaan lainnya muncul. Jika ini semua otentik sesuai dengan aslinya, bagaimana kita yakin bahwa al-Qur'an berasal dari "Sumber Metafisis Tertinggi"?12 Sebagian besar kaum Mus¬lim sangat yakin bahwa al-Qur'an adalah asli dari Tuhan, karena al-Qur'an sendiri yang mengatakan demikian; misalnya saja, Surat an-Nisa' (4:82); al-An'am (6:19); (6:92); an-Naml (27:6); al-Jatsiyah (45:2).13 Sebagian Muslim lainnya baru percaya setelah membaca dan memahami isinya dengan baik, berpikiran jernih, dan mau membuka hati dengan hal-hal yang baru. Tetapi dapat dipahami pula, karena "sumbernya dari dalam", bagi urang luar yang skeptis, pendapat apa saja dimungkinkan. Oleh karena itu, bagi orang luar, bukan kalangan Muslim atau siapa sajn, pilihannya adalah salah satu dari lima kemungkinan yang "mengarang al-Qur'an". Pertama, Nabi Muhammad saw. Kedua, para pujangga-ilmuwan Arab dan kumpulan cerita dari berbagai sumber. Ketiga, merupakan jiplakan dari kitab suci Injil dan Taurat. Keemyat, buatan makhluk asing. Dan kelima, dari Tuhan. Al-Qur' an berpandangan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Ia mengatakan bahwa percaya atau tidaknya seseorang terhadap isi al-Qur'an, semata-mata karena hidayah Allah. Hidayah diberikan bagi yang mau berpikir jernih dan berprasangka baik. Sebagian Muslim makin percaya karena faktor-faktor eksternal, bukan hanya karena pernyataan al-Qur'an saja. Mereka berpikir begini. Pertarma, Muhammad saw terkenal karena kujujurannya, dapat dipercaya, dan bukan orang yang pandai membaca dan menulis. Di lain pihak, gaya bahasa al-Qur'an sangat berlainan dengan gaya bahasa Nabi ketika bertutur. Al-Qur'an selalu memakai gaya yang unik, dimulai dengan "Katakanlah", "ingatkah", "Tuhan berkata", "Mereka bertanya", dan sebagainya. Kedua, ada puluhan surat dan ayat yang dimulai dengan huruf-huruf Arab, yang pada awalnya tidak diketahui maknanya. Huruf sisipan atau fawatih. Huruf-huruf ini tidak ada perlunya jika "makhluk biasa" yang membuat, karena tidak dimengerti oleh pembacanya hingga berabad-abad lamanya, membuat bingung. Ketiga, sesuatu yang menarik lainnya, bahwa nama Muhammad hanya empat kali disebut dalam al-Qur an. Nama Adam as dan Isa as jauh lebih banyak disebut. Mereka disebut oleh al-Qur'an masing-masing 25 kali. Bahkan nama Musa as paling banyak disebut. Keempat, cerita atau ung¬kapan sejarah serupa dengan cerita dalam kitab suci lainnya, namun sangat berbeda dalam detail dan maknanya. Beberapa kisah masa lalu, bahkan tidak ditemukan dalam kitab Yahudi atau Bibel. Seperti kisah bangsa Tsamud, Ad, kota Iram, dialog antara Nuh as dengan puteranya sebelum banjir terjadi, dan "percakapan semut yang didengar Sulaiman as". Kelima, seruan al-Qur'an bukan saja ditujukan kepada semua manusia (di bumi dan langit--planet dan alam lainnya), tetapi juga golongan jin (beserta seluruh rasnya, seperti setan, iblis, ifrit, dan makhluk asing yang belum diketahui manusia). Ayat-ayat ini tidak ada perlunya bila "makhluk biasa" yang membuat, apa manfaat¬nya? Keenam, rincian tentang malaikat, jin, penciptaan (banyak) alam semesta dan (banyak) bumi, fenomena ilmiah, di mana pengetahuan manusia belum atau baru saja mengetahui.14 Ketujuh, struktur kodetifikasi yang ditemukan dalam al-Qur'an, di mana ia mengatakan untuk menambah keimanan bagi orang yang beriman dan membuat tidak ragu bagi pembaca Kitab ini (al-Muddatstsir 74 : 30). Beberapa faktor eksternal tersebut menyebabkan sebagian kaum Muslim makin percaya bahwa al-Qur'an kecil sekali ke¬mungkinannya dibuat oleh makhluk biasa, baik manusia mau¬pun jin. Kita juga harus ingat, kaum Muslim lainnya, yang bukan Islam karena "dilahirkan" - Islam karena "pindah agama atau mendapatkan agama", mereka mempunyai alasan yang Iebih spesifik. Mushaf Utsmani adalah satu-satunya kitab, di mana enkripsi dan kodetifikasi bilangan prima ditemukan secara terstruktur, komprehensif, mulai dari yang paling sederhana hingga yang rumit. TABEL 1.1. DAFTAR SURAT DAN JUMLAH AYAT AL-QUR'AN, MUSHAF UTSMANI NAMA SURAT No. su- rat Ayat NAMA SURAT No. su- rat Ayat Al Fatihah (Pembukaan) 1 7 AI-Mujadilah (Wanita yg Mengajukan Gugatan). 58 22 Al-Baqarah (Sapi Betina). 2 286 AI-Hasyr (Pengusiran). 59 29 Al-Imran (Keluarga Imran). 3 200 AI-Mumtahanah (Perempuan yg Diuji). 60 13 An-Nisa' (Wanita). 4 176 Ash-Shaff (Barisan). 6l 14 Al Maidah (Hidangan). 5 120 Al Juma'ah (Hari Jum'at} 62 11 Al-An'am (Binatarg Temak). 6 165 AI-Munafiqun (Orang-orang Munafik). 63 11 AI-A’raf (Tempat Tertinggi). 7 206 At-Taghuibun (Hari Ditampakkan Kesalanan-2). 64 18 Al-Anfal (Rampasan Perang). 8 75 Al-Thalaq (Talak). 65 12 At Taubah (Pangampunan). 9 129 AI-Tahrim (Mengharamkan). 66 12 Yunus (Yunus) 10 109 AI-Mulk (Kerajaan). 67 30 Hud (Hud) 11 123 AI-Qalam (Pena). 68 52 Yusuf (Yusuf) 12 111 Al Haqqah (Hari Kiamat) 69 52 Ar-Ra'd (guruh) 13 43 AI-Ma'arij (Tampat-tampat Naik). 70 44 Ibhrahim 74 52 Nuh (Nuh). 71 28 Al-Hijr 15 99 Al-Jin (Jin). 72 28 An-Nahl (Lebah). 16 128 AI-Muzzanmmil (Orang yang Berselimut). 73 20 Al-Isra' (Memperjalankan di Malam Hari) 17 111 Al-Muddatstsir (Orang yang Berkemul). 74 56 AI-Kahfi (Gua). 18 110 AI-Qiyamah (Hari Kiamat). 75 40 Maryam 19 98 AI-Insan (Manusia). 76 31 Thaha 20 135 AI-Mursalat (Malaikat yang Diutus). 77 50 Al-Anbiya' (Nabi-nabi) 21 112 An-Naba' (Berita Besar). 78 40 AI-Hajj (Haji). 22 78 An-Nazi'at (Malaikat-malaikat yang Mencabut). 79 46 AI-Mu'minun (Orang-orang yg Beriman) 23 118 'Abasa (la Bermuka Masam). 80 42 An-Nur (Cahaya). 24 64 At-Takwir (Menggulung). 81 29 Al-Furqan (Pembeda). 25 77 AI-lnfithar (Terbelah). 82 19 Asy-Syu'ara' (Para Penyair). 26 227 AI-Muthaffifin (Orang-orang yang Curang). 83 36 An-Naml (Semut). 27 93 Al-Insyiqaq (Terbelah). 84 25 AI-Qashash (Cerita-cerita). 28 88 AI-Buruj (Gugusan Bintang). 85 22 AI-'Ankabut (Laba-laba). 29 69 Ath-Thariq (Yang Datang di Malam Hari). 86 17 Ar-Rum (Bangsa Romawi) 30 60 AI-A'Ia (Yang Paling Tinggi) 87 19 Luqman 31 34 A!-Ghasyiyah (Hari Pembalasan) 88 26 As-Sajdah (Sujud). 32 30 AI-Fajr (Fajar) 89 30 Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu). 33 73 AI-Balad (Negeri) 90 20 Saba' (Kaum Saba). 34 54 Asy-Syams (Matahari) 91 15 Fathir (Pencipta). 35 45 Al-Lail (Malam) 92 21 Ya Sin 36 83 Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalah Naik). 93 11 Ash-Shaffat (Yang Bersaf-saf). 37 182 Alam Nasyrah (Melapangkan) 94 8 Shad 38 88 At-Tin (Buah Tin) 95 8 Az-Zumar (Rombongan¬rombongan). 39 75 Al-'Alaq (Segumpal Darah) 96 19 AI-Mu'min (Orang yang Beriman). 40 85 Al-Qadr (Kemuliaan) 97 5 Fushshilat (Yang Dijelaskan). 41 54 Al-Bayyinah (Bukti) 98 8 Asy-Syura (Musyawarah). 42 53 Az-Zalzalah (Kegoncangan) 99 8 Az Zukhruf (Perhiasan). 43 89 Al- 'Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang) 100 11 Ad-Dukhan (Kabut). 44 59 AI-Qari'ah (Hari Kiamat) 101 11 A!-Jatsiyah (Yang Berlutut). 45 37 At-Takatsur (Bermegah - megahan) 102 8 Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) 46 35 Al 'Ashr (Masa) 103 3 Muhammad 47 38 Al Humazah (Pengumpat) 104 9 AI-Fath (Kemenangan). 48 29 Al-Fil (Gajah) 105 5 AI-Hujurat (Kamar-kamar). 49 18 Quraisy (Suku Quraisy) 106 4 Qaf (Qaf). 50 45 AI-Ma'un (Barang-barang yang Berguna) 107 7 Adz-Dzariyat (Angin yg Menerbangkan) 51 60 AI-Kautsar (Nikmat yang Banyak) 108 3 Ath-Thur (Bukit). 52 49 AI-Kafirun (Orang-orang Kafir) 109 6 An-Najm (Bintang). 53 62 An-Nashr (Pertolongan) 110 3 AI-Qamar (Bulan). 54 55 Al-Lahab (Gejolak Api) 111 5 Ar-Rahmin (Yang Maha Pemurah) 55 78 AI-Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah) 112 4 AI-Waqi'ah (Hari Kiamat) 56 96 AI-Falaq (Waktu Subuh) 113 5 AI-Hadid (Besi). 57 29 An-Nas (Manusia) 114 6 Jumlah 1.653 5.104 4.902 1.132 Total jumlah ayat: 5.104 + 1.132 = 6. 236 Total jumlah nomor surat: 1.653 + 4.902 = 6.555 Surat 1- 57 Surat 58 - 114 Terlihat dari Tabel 1.1 bahwa jumlah ayat al-Qur'an adalah 6.236. Total jumlah nomor surat dari 1 sampai dengan 114:1 + 2 + 3 + .... + 114 = 6.555. Dengan demikian jumlah 6.236 ayat dan angka 6.555 jumlah nomor surat menjadi dasar enkripsi al¬Qur'an selanjutnya 1.Huston Smith, Islam, p'ustaka Sufi, Maret 2002, hal. 37. 2."Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. yang mengajar (manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-Alaq 96 : 1-5). 3.Muhammad Abdul Halim, Memahami Al-Qur'an, Marja, April 2002, hal. 15. 4. Disebut "pusat arsip", karena, sebagaimana keterangan al-Qur'an, semua kejadian di bumi dan langit (kosmos) tercatat rapi di Lauh Mahfuzh. Bahkan beberapa ayat memberikan pengertian bahwa catatan tersebut telah ada sebelum kejadian itu berlangsung. Oleh karena itu, mengapa berbagai peristiwa yang dikisahkan al-Qur'an selalu teliti dan akurat. Termasuk, menurut pengetahuan manusia, antisipasi ke depan. Selain al-Qur'an, diberitakan juga kitab-kitab sebelumnya dikutip dari "Kitab Utama" ini, termasuk kitab Zabur yang diberikan kepada Daud as. 5.Muhammad Abdul Halim, Memahami AI-Qur'an, Marja, April 2002, hal. 19 6 Baea Khadim al-Haramain asy-Syarifain, AI-Qur 'an dan Terjemahannya. 7.Berbeda 2 ayat di Surat at-Taubah. Mereka mengatakan 127 ayat, tidak sama dengan al-Qur'an pada umumnya,129 ayat. Namun demikian, Dr. Rashad Khalifa, berjasa karena berani memulai studi matematika dalam al-Qur'an. Sebagian besar karyanya diakui oleh mufasir lainnya, termasuk, misalnya, Quraish Shihab sebagaimana dalam bukunya Mukjizat AI-Qur’an. 8.The Institute of Islamic Information and Education, USA. The Authenticity of The Qur'an, http://www.iiie.net/Articles/AuthenticQuran.html diterima tanggal 13 Desember 2003. 9.Baca juga Yusuf Ibrahim al-Nur, Ma' al-Masaahif, Dubai: Dar al-Manar, 1st ed.,1993, hal. 117; dan Isma'il Makhdum, Tarikh al-Mushnfal-Uthmani fi Tashqand, Tashkent: AI-ldara al-Diniya, 1971, hal. 22. 10.Baca juga The Muslim Wor1d, 1940,, Vol. 30, hanl. 357-358. 11.Baca lebih lanjut Dr. Maurice Bucaille, The Bible, The Qur'an and Scienre, Indianapolis, American Trust Publications, 1983, atau Fredrick Denny, Islam, NY: Harper & Row, 1987. 12.Baca Malik Ben Nabi, Les phenomenons du coran, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesa. 13.Misalnya, an-Nisa' (4:82): "Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an? Kalau kiranya al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentengan yang banyak didalamnya." 14.Lebih lanjut baca, misalnya, buku-buku karya Malik Ben Nabi (Aljazair-¬Prancis), Dr. Maurice Bucaille (Prancis), Jaques Jomier (Prancis), Keith L. Moore (USA-Canada). Gary Miller (USA), Harun Yahya (Turki-UK), Dr. Peter Plichta (Jerman), dan M. Asadi (USA)
Langganan:
Komentar (Atom)
Teman Anda Juga Membaca:
-
Senang rasanya dapat menulis kembali di sini setelah lama meliburkan diri - nggak liburan juga sih sebenernya -. ya yang jelas ada kesib...
-
Bismillahirrohmanirrohim. Mengulang pelajaran yang saya dapat di kelas, tentang bab munasakhot dalam pembagian warisan (faraidh). Mun...
-
Aksi pemblokiran terhadap Facebook oleh Pemerintah Pakistan mendorong para ahli IT untuk mengembangkan jejaring sosial dalam negeri. Setel...
-
"NAZAR" (bukan nama cowok), Sering kali kita mendengar seseorang mengucapkan kalimat ini, bahkan pernah jadi judul film layar...
-
Assalamu'alaikum wr wb.... Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki a...